Proses Pembelajaran

Program Studi Profesi Apoteker FKIK UMY dalam pelaksanaan program belajarnya menggunakan metode pembelajaran PBL (Problem Based Learning). Metode PBL dengan kriteria SPICES (Student centred, Problem based, Integrated, Community oriented, Elective and Systematic), bertujuan menyiapkan mahasiswa sebagai lifelong learner atau pembelajar sepanjang hayat sehingga di masa mendatang sudah terlatih.

Adapun dalam metode PBL kegiatan belajar mengajar meliputi:

  • Tutorial

Tutorial adalah diskusi kelompok kecil dimana setiap kelompok beranggotakan sekitar 10 – 15 mahasiswa dan dibantu oleh satu tutor yang bertugas sebagai fasilitator. Jumlah anggota sebaiknya dibatasi tidak terlalu banyak karena akan mengurangi kesempatan setiap anggota untuk mengemukakan pendapatnya, atau terlalu sedikit karena akan terlalu banyak perdebatan sehingga kurang efektif untuk berdiskusi.

Dalam skenario modul, terdapat tujuan pembelajaran dalam bentuk tujuan instruksional yang harus dicapai oleh mahasiswa selama proses tutorial. Tutor akan membantu mahasiswa dalam diskusi untuk mencapai tujuan pembelajaran tanpa harus banyak mengintervensi diskusi maupun memberikan penjelasan panjang lebar. Agar lebih memahami alasan klinis dalam memecahkan masalah, dalam berdiskusi mahasiswa menggunakan metode atau langkah seven jump yang dikombinasi dengan metode CBL (Case Based Learning) yang terdiri dari :

  1. Mengklarifikasi istilah atau konsep
  2. Menetapkan masalah
  3. Menganalisis masalah
  4. Menarik kesimpulan dari langkah 3
  5. Menentukan tujuan belajar
  6. Melakukan belajar mandiri sesuai dengan tujuan belajar yang telah ditetapkan
  7. Melakukan sintesis dari hasil belajar mandiri.
  • Kuliah Pakar

Kuliah dalam metode PBL bertujuan memberikan ha-hal yang bersifat konseptual, mutakhir, dan menambah pengayaan pengetahuan bagi mahasiswa, sehingga alokasi waktu kuliah dapat juga untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk aktif. Kegiatan kuliah di sini tidak didominasi oleh proses pembelajaran, akan tetapi disesuaikan dengan kebutuhan Blok. Pada sesi kuliah ini diharapkan untuk lebih interaktif dengan melibatkan partisipasi aktif baik berupa diskusi atau ada kesempatan bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil diskusi. Kuliah akan diampu oleh praktisi maupun akademisi yang memiliki kemampuan dalam bidangnya masing-masing.

  • Belajar mandiri

Belajar mandiri atau self directed learning merupakan salah satu kriteria pokok keberhasilan pembelajaran PBL untuk menyiapkan mahasiswa sebagai lifelong learner. Belajar mandiri dilakukan pada waktu luang di luar kegiatan kuliah, tutorial maupun praktikum dengan cara belajar ke perpustakaan atau internet, membaca jurnal atau text book, konsultasi pakar atau menggunakan sumber belajar yang lain di skill lab. Sesuai prinsip PBL, belajar mandiri ini dilakukan dalam rangka memacu active learning mahasiswa dan lebih difokuskan pada deep learning sehingga dalam belajar, mahasiswa mengutamakan pemahaman akan suatu topik, konten, atau materi (tidak sekedar hafalan). Mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar sesuai yang diminati dan dibutuhkan untuk menunjang belajar mandiri tersebut.

  • Praktikum Ketrampilan Farmasi

Praktikum Ketrampilan Farmasi bertujuan untuk melatih ketrampilan farmasi mahasiswa dengan menggunakan model-model pembelajaran yang ada. Kegiatan ini dilaksanakan secara kontinyu dan terintegrasi dalam setiap bloknya. Perlu diperhatikan bahwa ketrampilan farmasi yang dipelajari dan dilatih di laboratorium ketrampilan merupakan salah satu kompetensi inti pendidikan apoteker, sehingga mahasiswa perlu berlatih terus menerus untuk menguasai suatu kompetensi yang ditentukan pada setiap tahapan belajar baik selama jam kegiatan yang sudah terjadwal maupun di luar jadwal, dengan atau tanpa bantuan instruktur. Laboratorium yang disediakan dirancang sedemikian rupa sehingga memiliki desain dan suasana seperti tempat-tempat praktek kefarmasian.

  • Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA)

Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar secara nyata di tempat-tempat yang merupakan tempat-tempat di mana seorang apoteker akan bertugas nantinya. PKPA mahasiswa PSPA FKIK UMY dilaksanakan pada semester ke dua di tiga tempat, yaitu di Puskesmas (Wajib), Apotek (Wajib), Rumah Sakit atau Industri Farmasi (Pilihan). Pada kegiatan PKPA ini, mahasiswa harus melakukan tugas-tugas kefarmasian secara mandiri, dengan didampingi oleh seorang apoteker pembimbing yang bertugas di tempat praktek tersebut sehingga sakan semakin terasah baik dari segi hardskill maupun softskill yang dibutuhkan oleh seorang apoteker. Setelah pelaksanaan PKPA, mahasiswa diharapkan akan lebih siap dan mampu masuk ke dunia kerja dengan baik.

  • Tugas Lapangan

Tugas Lapangan adalah salah satu tugas yang masuk dalam kegiatan blok 6 (Promosi Kesehatan), pada semester 1. Tugas Lapangan merupakan penugasan yang mengarahkan mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kepekaan sosial mahasiswa dalam menghadapi masalah-masalah kefarmasian yang terjadi di masyarakat. Pada tugas lapangan, mahasiswa akan diberikan wilayah kerja, kemudian mahasiswa menganalisis masalah yang terjadi di masyarakat, membuat perencanaan untuk penyelesaian, dan melaksanakan serta mengevaluasi suatu kegiatan untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat tersebut, khususnya permasalahan dalam lingkup kesehatan.

  • Padepokan

Padepokan merupakan program yang wajib diikuti oleh mahasiswa PSPA FKIK UMY di semester pertama sebagai salah satu implementasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam keseharian. Mahasiswa diterjunkan ke dalam suatu wilayah ranting/cabang Muhammadiyah di sekitar kampus UMY secara berkelompok dan melakukan kegiatan-kegiatan bersama para pengurus untuk lebih menggiatkan penanaman nilai-nilai keislaman, tidak hanya di lingkungan masyarakatnamun untuk mahasiswa sendiri. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam praktek kefarmasian.

  • Softskill (Career Development Center)

Salah satu metode pembelajaran di PSPA FKIK UMY untuk menumbuhkan softskill para calon apoteker adalah pemberian materi softskill dari pihak CDC UMY. Adapun modul CDC yang diberikan antara lain berupa pelatihan leadership dan teamwork, pelatihan problem solving, pelatihan job hunting, serta public excellence service. Pelatihan dilakukan di awal perkuliahan dengan metode yang disesuaikan dengan materi softskill yang akan diberikan, yakni antara lain dalam bentuk FGD, outbond, materi di kelas, dan lain sebagainya.

  • Interprofesional Education (IPE)

Interprofesional Education (IPE) merupakan salah satu sistem pembelajaran yang menekankan pada kegiatan kolaborasi dengan profesi kesehatan lain yang ada di UMY, antara lain kedokteran umum, kedokteran gigi, dan keperawatan. Tujuan dari kegiatan IPE adalah meningkatkan pemahaman dari masing-masing mahasiswa profesi mengenai peran dari profesi kesehatan yang ada, serta mampu mengimplementasikan kolaborasi antar tenaga kesehatan yang berfokus pada pasien. Pada IPE tingkat profesi ini mahasiswa akan menghadapi kasus nyata dan bertemu dengan pasien secara langsung bersama-sama dengan mahasiswa profesi dari prodi lain di lingkungan FKIK UMY. Mahasiswa akan menyelesaiakan kasus tersebut bersama dengan profesi lain sesuai dengan lingkup kompetensi masing-masing, dengan didampingi oleh dosen pembimbing atau praktisi dari masing-masing profesi. Kegiatan IPE dilaksanakan selama satu minggu dengan dua macam kasus, yaitu kasus pasien rawat inap di PKU Muhammadiyah Gamping serta kasus rawat jalan (home visit) di Klinik Firdaus. Metode pembelajaran terdiri dari kuliah pengantar IPE, bedsite teaching (BST), tutorial klinik, presentasi kasus, dan refleksi kasus.