Kurikulum

Kurikulum Program Studi Pendidikan Apoteker FKIK UMY terbagi dalam dua bagian yakni kegiatan di lingkungan kampus dan kegiatan di luar kampus (PKPA) yang diselesaikan dalam waktu 2 semester. Pada semester satu mahasiswa akan menjalani proses belajar dengan mengacu pada Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) dengan metode PBL sistem Blok. Blok merupakan wadah integrasi dari berbagai ilmu pengetahuan yang sudah disusun desainnya dalam bentuk matriks Blok. Setiap Blok merupakan integrasi dari beberapa departemen dan mempunyai bobot SKS tertentu. Blok disusun berdasarkan capaian pembelajaran yang perlu dicapai oleh seorang calon apoteker dalam berbagai lingkup praktek kefarmasian, dijabarkan serta ditentukan oleh Program Studi Profesi Apoteker FKIK UMY sesuai visi, misi dan tujuan program studi.

Mahasiswa menjalani kegiatan belajar mengajar dalam Blok sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam kalender akademik dan pada setiap akhir Blok akan dilakukan asesmen hasil pembelajaran baik berupa ujian blok maupun OSCE. Sedangkan penilaian tutorial berdasarkan performance dan nilai minikuis. Mata kuliah pilihan (wajib) dilaksanakan pada semester 1 dengan sistem konvensional (non blok) dengan asesmen berdasarkan nilai ujian tengah semester dan ujian akhis semester serta nilai tugas.

Pada semester kedua mahasiswa akan menjalani kerja praktek di tempat praktek kefarmasian. Kerja praktek ini bertujuan untuk melatih mahasiswa melaksanakan tugas kefarmasian secara mandiri, dengan diawasi oleh instruktur dari institusi yang digunakan sebagai tempat praktek. Kerja praktek wajib akan dilakukan di Apotek dan Puskesmas, sedangkan kerja praktek pilihan (wajib) dilakukan di Rumah sakit atau Industri Farmasi.

Total SKS yang harus ditempuh pada program Profesi Apoteker UMY ini adalah 36 SKS dengan rincian seperti pada tabel di bawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

Adapun Matriks Blok dan waktu pelaksanaan Blok dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. SEMESTER 1

Pada semester 1 mahasiswa akan menjalani proses pembelajaran kuliah, tutorial, praktikum ketrampilan farmasi, penugasan, dan beberapa kegiatan lain yang dilaksanakan di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain:

 

  • Blok 1 (Farmasetika Terapan)

Blok Farmasetika terapan merupakan blok pertama dari kurikulum blok PBL Profesi Apoteker Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY. Blok Farmasetika terapan terdiri dari modul yang berisi Compounding dan dispensing sediaan umum; Compounding dan dispensing sediaan khusus (sitostatik/parenteral), dan KIE/Monitoring kepatuhan pasien.

Dalam blok ini terdapat beberapa bentuk kegiatan pembelajaran yaitu small group discussion (tutorial), perkuliahan pakar, dan praktikum ketrampilan farmasi. Secara umum, isi blok ini berhubungan dengan prinsip-prinsip dasar ilmu farmasi yang berhubungan dengan pelayanan kefarmasian dan problematika dalam pelayanan dan penyiapan obat serta alat kesehatan di komunitas maupun klinik.

Blok Farmasetika terapan bertujuan agar mahasiswa mampu melakukan pengatasan berbagai permasalahan resep, dari awal hingga penyerahan obat baik sediaan steril maupun non steril dan juga menguasai berbagai alat kesehatan yang digunakan secara langsung oleh pasien maupun tenaga kesehatan serta melakukan monitoring kepatuhan pasien dalam meminum obat dan konselingnya sesuai perkembangan bidang kesehatan dan kefarmasian terkini.

 

  • Blok 2 (Farmasi Klinik)

Blok Farmasi Klinik berisikan materi – materi yang menunjang seorang apoteker melakukan kegiatan farmasi klinik meliputi pengayaan materi  Farmakoterapi pada berbagai kondisi pasien, farmakokinetika klinik, implementasi evidence-based medicine, kegiatan rekonsiliasi obat, pemantauan terapi obat dan monitoring efek samping obat, identifikasi dan penyeleseian drug-related problem (serta tatacara dokumentasinya), hingga pelayanan informasi obat kepada pasien. Selain itu, penugasan di dalam blok Farmasi Klinik lebih diarahkan untuk mentriger mahasiswa memahami dan mendiskusikan aspek halal dan haram dalam pengobatan.

Terdapat beberapa bentuk kegiatan pembelajaran di dalam blok ini yaitu small group discussion (tutorial), perkuliahan pakar serta praktikum ketrampilan farmasi. Blok Farmasi Klinik diberikan untuk mempersiapkan para calon apoteker dalam praktek asuhan kefarmasian yang merupakan aplikasi dari kegiatan Farmasi Klinik. Kompetensi farmasi klinik para mahasiswa kemudian akan ditunjang dengan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) khususnya di rumah sakit.

 

  • Blok 3 (Farmasi Industri)

Pada blok ini mahasiswa akan mempelajari peran dan tugas Apoteker di sektor Industri Farmasi. Terdapat beberapa bentuk kegiatan pembelajaran di dalam blok ini yaitu small group discussion (tutorial), perkuliahan pakar, praktikum ketrampilan farmasi, dan tugas. Secara umum, isi blok ini berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan apoteker di Industri Farmasi.

Dalam Blok 4 mahasiswa diharapkan mampu menguasai panduan Cara Pembuatan Obat Yang Baik, baik dari segi teori maupun aplikasi, termasuk manajemen pengelolaan sumber daya yang dimiliki Industri Farmasi. Blok Farmasi Industri memiliki pokok bahasan yaitu Metode dan tahapan pengembangan, formulasi hingga evaluasi sediaan obat, Manajemen Produksi, Promosi Obat, Marketing Planning, Desain Produk, Dokumentasi, dan Production Planning.

 

  • Blok 4 (Manajemen Farmasi)

Pada blok ini mahasiswa akan mempelajari peran dan tugas Apoteker sebagai Manajer diberbagai lingkungan kerja di rumah sakit, apotek maupun pemerintahan. Secara umum, isi blok ini berhubungan dengan permasalahan Supporting Management di lingkungan kerja farmasi yaitu di rumah sakit, apotek maupun pemerintahan.

Dalam Blok 5 mahasiswa diharapkan dapat memiliki kompetensi dasar manajerial, dan dapat mengambil peran sebagai decision maker dengan mempertimbangkan berbagai kondisi lingkungan internal maupun eksternal dari lingkungan kerjanya dan senantiasa mengamalkan nilai-nilai Islam. Mahasiswa juga diharapkan mampu menguasai pengelolaan organisasi secara keseluruhan, baik dari segi manajemen secara umum, keuangan, pengelolaan sumber daya manusia, informasi, maupun manajemen operasional untuk mendukung dan menjamin mutu pelaksanaan pelayanan kefarmasian di lingkungan kerja.

Blok Manajemen Farmasi memiliki pokok bahasan yaitu Dasar-dasar ilmu manajemen, Manajemen Organisasi dan SDM, Manajemen Keuangan, Manajemen Informasi, Manajemen Logistik, Manajemen Pemasaran, Studi Kelayakan Apotek, Manajemen Mutu, Akreditasi Pelayanan Kesehatan, Perpajakan, dan Jaminan Kesehatan Nasional serta aplikasinya dalam bidang pekerjaan kefarmasian.

 

  • Blok 5 (Promosi Kesehatan)

Blok Promosi Kesehatan merupakan blok keenam tahun pertama dari kurikulum blok PBL Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY. Terdapat beberapa bentuk kegiatan pembelajaran di dalam blok ini yaitu small group discussion (tutorial), perkuliahan, praktikum keterampilan farmasi dan tugas lapangan.

Pada Blok Promosi Kesehatan ini mahasiswa akan mempelajari berbagai aspek promosi kesehatan di bidang kefarmasian. Setelah menyelesaikan blok ini, mahasiswa diharapkan mampu dan memiliki kepekaan sosial mengenai kondisi kesehatan masyarakat, kemudian menganalisis kondisi tersebut, serta mampu merumuskan masalah apa yang terjadi di masyarakat. Setelah itu mahasiswa diharapkan mampu melakukan perencanaan suatu kegiatan promosi kesehatan, mengorganisikan pelaksanaannya, serta mampu mengevaluasi kegiatan tersebut.

Blok ini akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat, dan melihat langsung kondisi masyarakat beserta permasalahan-permasalahan kesehatan yang ada di dalamnya. Selain itu mahasiswa juga akan dilatih untuk mampu berempati terhadap masyarakat, membangun suatu tim kerja dengan bekerja sama berbagai pihak. Diharapkan setelah pelaksanaan blok ini soft skills mahasiswa akan semakin terasah, dan mahasiswa akan lebih siap mengaplikasikan ilmu kefarmasian yang dimilikinya ke masyarakat.

 

  • Mata Kuliah Pilihan

Pada kurikulum Program Studi Pendidikan Apoteker terdapat beberapa mata kuliah yang wajib diambil oleh mahasiswa. Bobot mata kuliah pilihan adalah 2 SKS, dan mahasiswa dipersilahkan mengambil salah satu dari mata kuliah pilihan yang selenggarakan oleh prodi. Kuliah akan dilaksanakan jika peminat lebih dari 15 orang. Mata kuliah pilihan ini menggunakan sistem non blok, dengan satu kali tatap muka setiap minggu dengan durasi pertemuan selama 2 jam. Ujian akan dilaksanakan pada pertengahan dan akhir semester.

Mata kuliah pilihan yang disediakan adalah:

  • Spesialite obat
  • Asuransi Kesehatan
  • Nutrasetika
  • Therapeutic Drug Monitoring
  • Fitoterapi

 

 

  1. SEMESTER 2

Pada semester kedua mahasiswa akan menjalani PKPA (Praktek Kerja Profesi Apoteker). Kerja praktek ini akan dilaksanakan di luar kampus UMY, yaitu:

  1. Puskesmas
  2. Apotek
  3. Rumah Sakit (Pilihan wajib)
  4. Industri Farmasi (Pilihan wajib)

Asesmen yang dilakukan untuk kegiatan PKPA terdiri atas asesmen Pra-PKPA, penilaian kondite dan keterampilan dari apoteker pembimbing lapangan (preseptor), penilaian laporan PKPA, serta penilaian hasil ujian komprehensif di akhir semester ke-dua. Selain kerja praktek, pada semester kedua ini, mahasiswa juga akan akan melaksanakan program interprofessional education (IPE) selama 1 minggu. Sistem pembelajaran ini dilakukan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping dan Klinik Firdaus, bersama-sama dengan mahasiwa program Studi Profesi Dokter, Profesi Dokter Gigi, dan Profesi Ners.

 

 

  1. PROGRAM PERSIAPAN UJI KOMPETENSI APOTEKER

Selain kegiatan intrakurikuler yang telah disebutkan di atas, PSPA FKIK UMY juga melaksanakan program persiapan Uji Kompetensi Apoteker untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) yang mulai tahun 2018 menjadi salah satu exit exam program pendidikan profesi secara nasional (khususnya metode CBT). UKAI terdiri dari 2 macam metode yakni metode Computer Based Test (CBT) yang menekankan pada uji pengetahuan/knowledge dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) yang menguji keterampilan calon apoteker. Oleh karena itu, PSPA FKIK UMY melaksanakan beberapa kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa antara lain:

  1. Tryout internal UKAI (baik metode CBT maupun OSCE)
  2. Mentoring materi UKAI (sesuai hasil tryout internal maupun nasional)
  3. Tryout nasional UKAI (sesuai jadwal di tingkat nasional)